Sesuatu yang besar memang butuh waktu lebih untuk diramu. Menemani Selasa produktif Anda, mari kita bedah misi besar mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.
Jika pada episode pertama kita menyaksikan keberanian Andi Amran Sulaiman dalam menghadapi mafia pangan, maka ada satu misi besar lain yang terus menjadi poros utama perjuangannya: mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.
Bagi Amran, prinsipnya sederhana namun mendalam: sebuah negara tidak akan benar-benar kuat jika kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain. Sebab itulah, sejak pertama kali dilantik sebagai Menteri Pertanian pada tahun 2014, ia membawa semangat membara untuk memacu produksi dalam negeri dan memangkas ketergantungan pada impor pangan, dengan mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan.
“Swasembada bukan sekadar deretan angka statistik di atas kertas. Swasembada adalah soal harga diri bangsa,” tegas Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan.
Namun, jalan menuju swasembada bukanlah lintasan yang mulus. Indonesia berdiri di hadapan gelombang tantangan yang amat kompleks: pertumbuhan penduduk yang melaju pesat, alih fungsi lahan yang mengikis area pertanian, perubahan iklim global yang sulit diprediksi, hingga kebutuhan konsumsi nasional yang terus melonjak dari tahun ke tahun.
Di tengah kepungan tantangan tersebut, Amran memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Ia mengomandoi gerakan perubahan melalui percepatan tanam, optimalisasi lahan, penggunaan benih unggul, hingga modernisasi alat pertanian berbasis teknologi maju.
Swasembada bukan sekadar deretan angka statistik di atas kertas. Swasembada adalah soal harga diri bangsa.
Bagi Amran, pertanian masa depan tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara lama—sektor ini harus bertransformasi menjadi modern, produktif, dan berdaya saing global.
Satu hal yang konsisten ia tegaskan adalah keberpihakan total kepada petani. Amran menolak prinsip yang menjadikan petani sekadar objek pembangunan. Petani harus menjadi pelaku utama yang merasakan langsung manisnya buah pembangunan.
Ia meyakini Indonesia punya modal raksasa untuk menjadi lumbung pangan dunia: tanah subur, iklim tropis, dan sumber daya manusia yang melimpah. Ketika piring rakyat dapat diisi dari keringat petaninya sendiri, Indonesia akan berdiri teguh menghadapi gejolak dan krisis global.
Bagi sebagian orang, mimpi swasembada mungkin terdengar terlampau besar. Namun bagi Andi Amran Sulaiman, mimpi besar itulah yang wajib diperjuangkan habis-habisan. Sebab, bangsa yang besar tidak pernah dibangun oleh mimpi-mimpi yang kecil.
📌 Nantikan Episode 03
Bagaimana jalan hidup membawa seorang anak desa dari pelosok Sulawesi hingga dipercaya memegang kendali kedaulatan pangan di meja kabinet presiden? Simak perjalanan inspiratifnya di Episode 03: “DARI BONE MENUJU KABINET NEGARA” yang akan tayang pekan depan hanya di Review It!
📲 Ruang Pandangan dan Perspektif
Bagaimana menurut Anda? Apakah Indonesia sudah berada di jalur yang tepat menuju kedaulatan pangan nasional? Tulis pandangan dan pendapat Anda di kolom komentar media sosial Review It! Jangan lupa Like, Share, dan Follow/Subscribe agar tidak ketinggalan bedah isu menarik berikutnya.
🌐 Facebook Pro: @reviewit
📘 Fanpage Facebook: @reviewit
📸 Instagram: @reviewit
🧵 Threads: @reviewit





